Minggu, 13 September 2015

Berhentilah..

Apa ini? Apa kau berbuat sesuatu lagi disana? Apa kau merasakan apa yang kurasakan dan kau tau aku ingin pergi darimu? Heyy,, apa kau sadar kau menyiksaku dan sungguh menyiksaku? Apa sedihku dan semua kata-kataku tak cukup memberikan alasanku untuk tetap bertahan padamu? Aku bosan bila setiap hari harus berbicara dan membahas tentangmu. Taukah aku sangat merindukanmu dan hatiku sesak saat menyebut namamu? Tawaku tak cukup menutupi semua sakit yang aku rasakan. Aku ingin berhenti lagi memikirkanmu dan mencoba pergi lagi darimu.

Malam itu sebelum aku pergi tidur aku melihat ke lagit malam, sudah lama aku tak meliha bintang saat malam hari. Ya aku melihatnya, hanya sedikit namun tak apa anggap saja aku melihatnya meski hanya sedikit bayanganku tentangnya. Kau tau ronde pertama aku idur itu tak ada yang terjadi, ronde ke dua saat aku terbangun aku mengingat kembali mimpi yang terjadi lalu tiba-tiba kembali meneteskan air mata. Hal yang berintikan sama dengan kejadian-kejadian yang lalu. 

"Mimpi itu membahas tentang aku dan kamu, ya dalam mimpi pun kau memiliki seorang pasangan dan aku hanya sebatas teman yang hadir dalam keluargamu, namun semua berbeda saat ada pesan masuk darimu yang menyatakan bahwa aku harus menyampaikan pesan darimu untuk keluargamu. Menurutku itu tak apa dan tak masalah, yang menjadi masalah adalah kau memintaku pula untuk memeluk keluargamu. Heyy,, sadarkah kau bahwa aku hanya sebatas temanmu yang slalu berharap padamu? Kenapa kau lakukan ini? Ini membuat harapanku padamu kembai muncul."

Semua kejadian-kejadian yang kulalui sangatlah aneh dan membuatku bosan, termasuk halnya mimpi. Semua mimpi tentangmu berisikan kesenangan untukku di dunia mimpi, tapi tidak untukku di dunia yang sadar dan nyata. Tangisan demi tangisan yang secara tiba-tiba setiap kalinya aku memimpikan tentangnya.

Heyy… kau yang disana, yang sedang asik dan senang-senang disana! Apakah kau ingat padaku disela waktumu? Apa kau memikirkan aku disini yang sedang memikirkanmu? Hentikan keegoisanmu, dan hentikan semua mimpi yang berkaitan denganmu yang mmbuatku terus berharap dan berharap lagi ketika ku mulai lelah dan mncoba berhenti untukmu.

Tidakkah kau berfikir dan menyadari kata-katamu, "siapa yang menyakiti, aku tak ingin menyakiti siapapun". Heyy… aku yang mendapat kata-kata itu darimu, dan aku yang merasakan kesakitan itu darimu. Dewasalah! Apakah kau bisa disebut laki-laki? Pria? Aku rasa kau tetap saja anak-anak, yang sedang bermain dan terus menyakiti, membanting mainannya. Aku bukanlah mainanmu yang bisa kau mainkan kapan saja. Tolong hentikan!!

Belajarlah menghargai orang jika kau ingin dihargai. Janganlah kau besarkan egoismu. Satu sajalah yang kau pilih, aku atau egoismu. Semua caraku mempertahankanmu tak cukup mengalahkan egoismu.




TO BE CONTINUE…...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar