Apa ini? Apa kau
berbuat sesuatu lagi disana? Apa kau merasakan apa yang kurasakan dan kau tau
aku ingin pergi darimu? Heyy,, apa kau sadar kau menyiksaku dan sungguh
menyiksaku? Apa sedihku dan semua kata-kataku tak cukup memberikan alasanku
untuk tetap bertahan padamu? Aku bosan bila setiap hari harus berbicara dan
membahas tentangmu. Taukah aku sangat merindukanmu dan hatiku sesak saat
menyebut namamu? Tawaku tak cukup menutupi semua sakit yang aku rasakan. Aku
ingin berhenti lagi memikirkanmu dan mencoba pergi lagi darimu.
Malam itu sebelum
aku pergi tidur aku melihat ke lagit malam, sudah lama aku tak meliha bintang
saat malam hari. Ya aku melihatnya, hanya sedikit namun tak apa anggap saja aku
melihatnya meski hanya sedikit bayanganku tentangnya. Kau tau ronde pertama aku
idur itu tak ada yang terjadi, ronde ke dua saat aku terbangun
aku mengingat kembali mimpi yang terjadi lalu tiba-tiba kembali meneteskan air
mata. Hal yang berintikan sama dengan kejadian-kejadian yang lalu.
"Mimpi
itu membahas tentang aku dan kamu, ya dalam mimpi pun kau memiliki seorang
pasangan dan aku hanya sebatas teman yang hadir dalam keluargamu, namun semua
berbeda saat ada pesan masuk darimu yang menyatakan bahwa aku harus
menyampaikan pesan darimu untuk keluargamu. Menurutku itu tak apa dan tak
masalah, yang menjadi masalah adalah kau memintaku pula untuk memeluk
keluargamu. Heyy,, sadarkah kau bahwa aku hanya sebatas temanmu yang slalu
berharap padamu? Kenapa kau lakukan ini? Ini membuat harapanku padamu kembai
muncul."
Semua
kejadian-kejadian yang kulalui sangatlah aneh dan membuatku bosan, termasuk
halnya mimpi. Semua mimpi tentangmu berisikan kesenangan untukku di dunia
mimpi, tapi tidak untukku di dunia yang sadar dan nyata. Tangisan demi tangisan
yang secara tiba-tiba setiap kalinya aku memimpikan tentangnya.
Heyy… kau yang
disana, yang sedang asik dan senang-senang disana! Apakah kau ingat padaku
disela waktumu? Apa kau memikirkan aku disini yang sedang memikirkanmu?
Hentikan keegoisanmu, dan hentikan semua mimpi yang berkaitan denganmu yang
mmbuatku terus berharap dan berharap lagi ketika ku mulai lelah dan mncoba
berhenti untukmu.
Tidakkah kau
berfikir dan menyadari kata-katamu, "siapa
yang menyakiti, aku tak ingin menyakiti siapapun". Heyy… aku yang
mendapat kata-kata itu darimu, dan aku yang merasakan kesakitan itu darimu.
Dewasalah! Apakah kau bisa disebut laki-laki? Pria? Aku rasa kau tetap saja
anak-anak, yang sedang bermain dan terus menyakiti, membanting mainannya. Aku
bukanlah mainanmu yang bisa kau mainkan kapan saja. Tolong hentikan!!
Belajarlah
menghargai orang jika kau ingin dihargai. Janganlah kau besarkan egoismu. Satu
sajalah yang kau pilih, aku atau egoismu. Semua caraku mempertahankanmu tak
cukup mengalahkan egoismu.
TO BE CONTINUE…...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar